5 Rekomendasi Sekolah Internasional Jakarta dan Kurikulumnya

Memilih sekolah di Jakarta tidak cukup hanya dengan melihat nama besar atau fasilitas. Kurikulum ikut menentukan bagaimana anak belajar, cara tugas diberikan, hingga pilihan akademik yang tersedia seiring perkembangan pendidikan mereka. Karena itu, daftar rekomendasi sekolah internasional di Jakarta akan lebih berguna jika Anda memahami kurikulum yang digunakan dan bagaimana setiap sekolah menyusunnya.

Lima sekolah berikut menawarkan jalur yang cukup beragam, mulai dari IB dan Cambridge hingga kurikulum Singapura dan Inggris. Daftar rekomendasi sekolah internasional di Jakarta ini bukan peringkat mutlak, tetapi gambaran awal untuk membantu Anda mengenal karakter akademik masing-masing sekolah.

1. Sekolah Pelita Harapan 

Sekolah Pelita Harapan menawarkan program IB dan Cambridge di sekolah-sekolahnya. Di Lippo Village dan Sentul City, siswa dapat mengikuti IB Primary Years Programme, Middle Years Programme, hingga Diploma Programme. Sementara itu, Lippo Cikarang dan Kemang Village menggunakan Cambridge sebelum siswa melanjutkan ke IB Diploma Programme, sedangkan Pluit Village menggunakan Cambridge.

Jika Anda sedang mempertimbangkan sekolah internasional, SPH menawarkan lebih dari sekadar pilihan program yang unggul. Pendekatannya memadukan keunggulan internasional, standar akademik yang ketat , fokus pada pembentukan karakter, dan nilai-nilai Kristen yang kuat. Siswa juga didorong untuk mengasah rasa tanggung jawab, keterampilan komunikasi, serta tujuan hidup (sense of purpose) seiring dengan kemajuan akademik mereka.

2. ACG School Jakarta 

ACG School Jakarta memiliki susunan kurikulum yang cukup khas dalam daftar rekomendasi sekolah internasional di Jakarta. Pada Kindergarten dan Primary, siswa mengikuti IB Primary Years Programme. Setelah itu, mereka masuk ke Cambridge International pada Years 7 hingga 11, termasuk IGCSE, lalu melanjutkan ke IB Diploma Programme pada Years 12 dan 13.

Susunan ini membuat siswa mengenal dua kerangka pendidikan internasional dalam tahap yang berbeda. IB pada jenjang awal mendorong inquiry dan keterlibatan aktif dalam belajar, sedangkan Cambridge memberi struktur mata pelajaran yang lebih jelas saat siswa memasuki jenjang menengah. Di tingkat senior, IB Diploma Programme kembali memberi ruang untuk riset, pilihan mata pelajaran, dan persiapan menuju universitas. ACG mencatat sekitar 270 siswa yang mewakili 31 kewarganegaraan.

Baca Juga : RUU Sisdiknas 2026: Kenapa Rencana Penyatuan Guru dan Dosen Menuai Pro-Kontra

3. Singapore Intercultural School South Jakarta 

Singapore Intercultural School South Jakarta menjadi salah satu rekomendasi sekolah internasional di Jakarta dengan kombinasi kurikulum Singapura, Cambridge, dan IB. Pada jenjang Primary, siswa mengikuti Kurikulum Singapura. Di jenjang Secondary, Cambridge menjadi bagian penting dari pembelajaran, sedangkan siswa Junior College dapat melanjutkan ke IB Diploma Programme.

Kombinasi ini menawarkan tahapan akademik yang cukup jelas. Pendekatan Singapura membantu membangun fondasi pada mata pelajaran inti, sementara Cambridge memperkuat pembelajaran berbasis mata pelajaran dan kualifikasi IGCSE. Pada tahap berikutnya, IB Diploma Programme memberi jalur akademik bagi siswa yang mempersiapkan diri untuk pendidikan tinggi.

4. Nord Anglia School Jakarta 

Nord Anglia School Jakarta memiliki fokus yang lebih spesifik dibanding beberapa rekomendasi sekolah internasional di Jakarta lainnya karena melayani anak-anak usia 18 bulan hingga 12 tahun, mencakup Early Years dan Primary tanpa melanjutkannya ke jenjang sekolah menengah. Pada Early Years, sekolah menggunakan British Early Years Foundation Stage dan pendekatan Reggio Emilia. Untuk usia Primary, siswa mengikuti perpaduan English National Curriculum dan International Primary Curriculum (IPC).

English National Curriculum memberi dasar yang terstruktur untuk mata pelajaran seperti bahasa Inggris dan matematika. Sementara itu, International Primary Curriculum menghubungkan berbagai bidang melalui tema dan proyek. Kombinasi ini membuat Nord Anglia sangat relevan jika Anda mencari pendidikan internasional khusus pada tahap awal pendidikan anak.

5. Springfield International School

Springfield International School masuk dalam rekomendasi sekolah internasional di Jakarta dengan fokus yang konsisten pada Cambridge Curriculum. Programnya berjalan dari Nursery hingga Grade 12 dan mencakup Cambridge Primary Checkpoint, IGCSE, serta AS dan A Level pada jenjang berikutnya.

Dibanding sekolah yang berpindah dari satu kurikulum ke kurikulum lain, Springfield mempertahankan struktur Cambridge hingga tingkat senior. Sekolah juga memberi perhatian pada kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin serta menjalankan pendidikan berdasarkan prinsip Kristen. Jalur seperti ini dapat menarik jika Anda menyukai perkembangan mata pelajaran yang terstruktur dan sistem penilaian berbasis ujian. Selain itu, sekolah ini telah terakreditasi oleh WASC serta merupakan pusat ujian resmi Cambridge (accredited Cambridge testing centre).

Kenali Kurikulum yang Akan Dijalani Anak

Dari daftar rekomendasi sekolah internasional di Jakarta di atas, terlihat bahwa satu istilah kurikulum internasional dapat berarti pengalaman akademik yang berbeda. ACG berpindah dari IB ke Cambridge lalu kembali ke IB, SIS South Jakarta menggabungkan Singapura, Cambridge, dan IB, Nord Anglia berfokus pada Early Years dan Primary, sedangkan Springfield mempertahankan jalur berbasis Cambridge. Sekolah pertama dalam daftar ini juga memberikan pilihan IB dan Cambridge yang bervariasi di setiap kampusnya.

Daripada sekadar bertanya sekolah mana yang memiliki program atau fasilitas paling mengesankan, pertimbangkan mana yang paling sesuai dengan gaya belajar dan tujuan anak Anda. Apakah kontinuitas satu kurikulum terasa lebih nyaman, ataukah perpindahan kerangka kurikulum dapat memberikan variasi yang bermanfaat? Apakah Anda membutuhkan sekolah yang berlanjut hingga jenjang senior, atau Anda memilih khusus untuk jenjang Primary?

Gunakan daftar rekomendasi sekolah internasional di Jakarta ini sebagai panduan saat melakukan school visit. Mintalah untuk melihat contoh hasil kerja siswa, pelajari cara guru memberikan umpan balik, dan perhatikan bagaimana anak-anak berinteraksi selama kunjungan. Detail sehari-hari tersebut dapat mengungkapkan perbedaan nyata yang jarang terlihat hanya dari brosur.

Baca Juga : Ketika Kebijakan Pendidikan Berubah Sesuai Jadwal Kunjungan Negara

Comments are closed