Filsafat Skolastik Adalah: Pengertian, Sejarah, dan Tokoh Penting
Filsafat skolastik adalah cabang filsafat yang berkembang di abad pertengahan. Pelajari sejarah, pengertian, dan tokoh-tokoh penting di baliknya.
Tokoh Penting dalam Filsafat Skolastik: Menghubungkan Keyakinan dan Akal
Filsafat Skolastik adalah aliran pemikiran yang mencoba menyatukan keyakinan agama dengan akal rasional, terutama berkembang pada Abad Pertengahan di Eropa. Beberapa tokoh penting dalam aliran ini memiliki kontribusi besar dalam membangun hubungan yang harmonis antara iman dan pengetahuan filosofis. Berikut beberapa tokoh kunci dalam Filsafat Skolastik:
Santo Anselmus dari Canterbury (1033-1109): Anselmus adalah tokoh skolastik awal yang terkenal dengan argumen ontologisnya untuk eksistensi Allah. Dalam karyanya “Cur Deus Homo” (Mengapa Allah Menjadi Manusia), ia berusaha membuktikan eksistensi Allah melalui penalaran rasional.
Santo Albertus Magnus (1193-1280): Albertus Magnus adalah seorang sarjana yang berkontribusi besar dalam memperkenalkan pemikiran Aristoteles ke dalam dunia Kristen. Ia juga dikenal karena upayanya dalam mengintegrasikan ilmu alam dengan teologi.
Santo Thomas Aquinas (1225-1274): Mungkin tokoh paling terkenal dalam Filsafat Skolastik, Aquinas mengembangkan gagasan bahwa iman dan akal dapat bersatu dalam pencarian kebenaran. Karyanya “Summa Theologica” menjadi salah satu karya paling penting dalam sejarah filsafat dan teologi.
Duns Scotus (1266-1308): Scotus dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan konsep “Doktrin Immaculate Conception” dalam Gereja Katolik. Ia juga mempertanyakan konsep “essence” dan “existence” (essensi dan eksistensi) dalam pemikirannya.
William dari Ockham (1287-1347): Ockham dikenal karena “Hukum Ockham,” yang merupakan prinsip parsimoni atau “Ockham’s Razor.” Ia juga mendorong pemisahan antara iman dan rasionalitas dalam pandangan teologis.
Jean Buridan (1300-1358): Buridan dikenal karena kontribusinya dalam logika dan teori tentang kehendak bebas manusia. Ia mengemukakan bahwa seseorang dapat memilih tanpa adanya penyebab tertentu.
Nicole Oresme (1325-1382): Oresme adalah seorang filsuf dan ilmuwan yang memainkan peran penting dalam perkembangan ilmu fisika dan matematika pada zamannya. Ia juga mengembangkan pemikiran tentang etika dan politik.
Tokoh-tokoh ini bersama-sama membentuk dasar pemikiran Filsafat Skolastik, yang menciptakan hubungan erat antara teologi dan filosofi, serta berupaya memahami dunia secara rasional dan spiritual. Pemikiran mereka memberi pengaruh yang mendalam pada perkembangan pemikiran Eropa dan fondasi intelektual abad pertengahan.