Filsafat Skolastik Adalah: Pengertian, Sejarah, dan Tokoh Penting
Filsafat skolastik adalah cabang filsafat yang berkembang di abad pertengahan. Pelajari sejarah, pengertian, dan tokoh-tokoh penting di baliknya.
Filsafat Skolastik: Menghubungkan Keyakinan dan Akal dalam Pemikiran
Filsafat Skolastik merupakan suatu aliran pemikiran yang berkembang pada Abad Pertengahan di Eropa, khususnya antara abad ke-9 hingga ke-17. Aliran ini memiliki tujuan utama untuk menyatukan antara keyakinan agama, terutama agama Kristen, dengan akal rasional dan pengetahuan filosofis.
Pada masa tersebut, gereja dan iman agama memiliki pengaruh yang besar terhadap masyarakat dan ilmu pengetahuan. Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, terutama melalui pengenalan karya-karya filsafat Yunani klasik, timbul permasalahan mengenai bagaimana cara menyelaraskan keyakinan agama dengan pengetahuan yang ditemukan melalui akal budi. Inilah latar belakang munculnya Filsafat Skolastik.
Salah satu tokoh penting dalam Filsafat Skolastik adalah Santo Thomas Aquinas. Ia berusaha memadukan ajaran agama Kristen, terutama dari ajaran Gereja Katolik, dengan pemikiran Aristoteles. Aquinas berpendapat bahwa akal budi dan keyakinan agama tidaklah bertentangan, melainkan saling melengkapi. Ia mengembangkan konsep bahwa akal budi adalah anugerah Tuhan yang dapat digunakan untuk memahami realitas fisik maupun realitas rohaniah.
Metode yang digunakan dalam Filsafat Skolastik adalah metode dialektika. Para filsuf skolastik menggunakan metode ini untuk membahas dan mendiskusikan berbagai isu, baik yang berkaitan dengan teologi maupun filsafat. Mereka membangun argumen berdasarkan alasan rasional, logika, dan penalaran.
Meskipun pada akhirnya Filsafat Skolastik mengalami penurunan pengaruhnya, pengaruh dan sumbangan pemikiran para skolastik terhadap hubungan antara agama dan rasionalitas, serta metode dialektika dalam penalaran, tetap memberi dampak penting pada perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan.